Frame belum dibuat
G23 · Kartu Cara Pertama
Seri 3: Perpustakaan Kecil · Tempat: Teras Perpustakaan (16.50) · Halaman 23 terisi: dua kartu, satu kecil dan satu besar, yang saling memanggil.
Misi bab ini
Tulis satu kartu cara untuk mengisi rak berkali-kali.
Masalah
Mengulang langkah panjang satu per satu melelahkan.
Konsep inti untuk anak: Kartu cara
Langkah yang berulang ditulis sekali di sebuah kartu cara, lalu dipanggil berkali-kali. Kartu juga boleh memanggil kartu lain, dan hasilnya diperkirakan sebelum dijalankan.
Istilah: Prosedur / fungsi (definisikan lalu panggil)
Kenapa penting: Menulis sekali, memakai berkali-kali.
Cerita bab ini
Mengisi satu slot: turun, kanan, naik. Selalu begitu. “Aku harus mengulang terus?” keluh Coco. “Tulis sekali di satu kartu, pakai berkali-kali,” kata Avo.
Lahirlah kartu ISI. Lalu kartu KOLOM yang memanggil kartu ISI. Kartu di dalam kartu! Dua rak terisi dengan cara yang sama, dan hasilnya selalu rapi.
Coco menepuk kartunya bangga: “Ini caraku sekarang.”
Pertanyaan diskusi: Apa untungnya menulis cara satu kali lalu memakainya berkali-kali?
Lima level
Level 1: Kartu Pertama — Satu Cara Dipakai Lagi
Kartu cara (prosedur) · KenalanUrutan langkah · Latihan
Isi kartu Isi dan panggil lima kali.
Masalah yang dihadapi
Langkah yang sama harus ditulis berulang.
Buat kartu Isi untuk satu slot. Lalu panggil di kelima slot.
Anak menyusun kartu perintah (panah, ulangi, cek, atau kartu cara) di slot, lalu menekan Jalan untuk melihat hasilnya.
Konsep yang dimainkan di level ini
- Kartu cara (prosedur): Kumpulan langkah yang diberi nama dan bisa dipakai berkali-kali tanpa menulis ulang. Pancing dengan: “Bagian mana yang sama dan bisa dijadikan satu kartu?”
- Urutan langkah: Mengerjakan langkah satu per satu dengan urutan yang benar. Kalau tertukar, hasilnya bisa salah. Pancing dengan: “Apa yang terjadi kalau langkah ini ditukar?”
Petunjuk untuk tutor: Isi kartu Isi dulu: turun, kanan, naik. Setelah penuh, panggil kartu Isi di kelima slot.
Umpan balik yang akan dilihat anak kalau salah: “Isi kartu belum tepat: turun, kanan, naik.”, “Jangan turun dua kali. Baris bawah penuh.”
Cerita sebelum level dimainkan
Rak perpustakaan kecil masih kosong.
Avo: “Turun, kanan, naik. Selalu begitu.”
Coco: “Aku harus mengulang terus?”
Buku-buku mulai masuk, tapi berantakan karena terburu-buru.
Avo: “Tulis sekali di satu kartu.”
Coco: “Satu kartu untuk banyak slot? Ayo coba!”
Kartu cara kosong menunggu diisi.
Avo: “Ditulis satu kali, dipakai berkali-kali.”
Coco: “Aku tidak capek mengulang lagi!”
Penutup menuju level berikutnya: Kartu Isi sudah bekerja.
Avo: “Sekarang kartunya lebih panjang.”
Level 2: Kartu Lebih Panjang — Kolom Demi Kolom
Kartu cara (prosedur) · LatihanMemilih ciri yang penting · Kenalan
Isi kartu Kolom lalu panggil bersama satu panah.
Masalah yang dihadapi
Rak makin lebar.
Isi kartu Kolom, lalu panggil bersama satu panah.
Anak menyusun kartu perintah (panah, ulangi, cek, atau kartu cara) di slot, lalu menekan Jalan untuk melihat hasilnya.
Konsep yang dimainkan di level ini
- Kartu cara (prosedur): Kumpulan langkah yang diberi nama dan bisa dipakai berkali-kali tanpa menulis ulang. Pancing dengan: “Bagian mana yang sama dan bisa dijadikan satu kartu?”
- Memilih ciri yang penting: Memperhatikan ciri yang penting dan mengabaikan yang tidak perlu. Pancing dengan: “Ciri mana yang benar-benar penting?”
Petunjuk untuk tutor: Kartu Kolom dipakai untuk satu kolom rak. Panggil kartunya, dan sisipkan satu panah kanan di antara kolom.
Umpan balik yang akan dilihat anak kalau salah: “Kolom: turun dua, kanan, naik dua.”, “Kolom paling kanan sudah penuh.”
Cerita sebelum level dimainkan
Rak makin lebar. Tiap kolom perlu gerakan lebih panjang.
Avo: “Panjang, tapi tetap sama tiap kolom.”
Coco: “Kalau ditulis semua, kartunya penuh!”
Kartu Kolom sudah terisi. Satu langkah kanan tidak ikut di kartu.
Avo: “Kartu boleh dipakai bersama panah.”
Coco: “Tidak semua harus jadi kartu?”
Tiga kolom rak menunggu diisi.
Avo: “Kartu untuk yang berulang, panah untuk yang sekali.”
Coco: “Aku mulai tahu kapan memakai kartu.”
Penutup menuju level berikutnya: Kolom terisi rapi.
Coco: “Bisakah satu kartu memanggil kartu lain?”
Level 3: Kartu Memanggil Kartu — Kartu di Dalam Kartu
Kartu cara (prosedur) · LatihanMemilih ciri yang penting · LatihanMemecah masalah besar · Kenalan
Isi dua kartu yang saling memanggil.
Masalah yang dihadapi
Kartu kecil dipakai oleh kartu besar.
Isi kartu Selip dan Pasang. Berhenti di lingkaran biru.
Anak menyusun kartu perintah (panah, ulangi, cek, atau kartu cara) di slot, lalu menekan Jalan untuk melihat hasilnya.
Konsep yang dimainkan di level ini
- Kartu cara (prosedur): Kumpulan langkah yang diberi nama dan bisa dipakai berkali-kali tanpa menulis ulang. Pancing dengan: “Bagian mana yang sama dan bisa dijadikan satu kartu?”
- Memilih ciri yang penting: Memperhatikan ciri yang penting dan mengabaikan yang tidak perlu. Pancing dengan: “Ciri mana yang benar-benar penting?”
- Memecah masalah besar: Pekerjaan besar dipecah menjadi bagian kecil yang mudah dikerjakan satu per satu. Pancing dengan: “Bagian kecil mana yang paling mudah dimulai?”
Petunjuk untuk tutor: Buat kartu kecil dulu, lalu kartu besar yang memanggil kartu kecil.
Umpan balik yang akan dilihat anak kalau salah: “Selip: turun, naik. Pasang: Selip, kanan, Selip.”, “Baris bawah penuh. Selip hanya turun satu.”
Cerita sebelum level dimainkan
Dua kartu menunggu: satu kecil, satu lebih besar.
Avo: “Kartu kecil bisa dipakai kartu besar.”
Coco: “Kartu di dalam kartu!”
Kartu merah sudah terisi. Kartu ungu masih setengah jadi.
Avo: “Selesaikan kartu kecil dulu, baru yang besar.”
Coco: “Oh, urutan membuat kartu juga penting!”
Dua baris rak menunggu diisi.
Avo: “Kartu bisa dipakai oleh kartu lain.”
Coco: “Kita berhenti di lingkaran biru.”
Penutup menuju level berikutnya: Dua kartu bekerja sama.
Avo: “Bagian rak berikutnya sudah menunggu.”
Level 4: Kartu yang Sudah Jadi — Dipakai di Rak Kedua
Kartu cara (prosedur) · Pakai sendiriMemecah masalah besar · LatihanMemilih ciri yang penting · Latihan
Pakai kartu yang sudah jadi di tempat lain.
Masalah yang dihadapi
Kartu tidak boleh ditulis dua kali.
Bagian 1: isi kartu Selip dan Pasang, lalu panggil.
Anak menyusun kartu perintah (panah, ulangi, cek, atau kartu cara) di slot, lalu menekan Jalan untuk melihat hasilnya.
Konsep yang dimainkan di level ini
- Kartu cara (prosedur): Kumpulan langkah yang diberi nama dan bisa dipakai berkali-kali tanpa menulis ulang. Pancing dengan: “Bagian mana yang sama dan bisa dijadikan satu kartu?”
- Memecah masalah besar: Pekerjaan besar dipecah menjadi bagian kecil yang mudah dikerjakan satu per satu. Pancing dengan: “Bagian kecil mana yang paling mudah dimulai?”
- Memilih ciri yang penting: Memperhatikan ciri yang penting dan mengabaikan yang tidak perlu. Pancing dengan: “Ciri mana yang benar-benar penting?”
Petunjuk untuk tutor: Bagian 1 membuat dua kartu. Bagian 2 memakai kartu yang sama tanpa menulis ulang. Berhenti di lingkaran biru.
Umpan balik yang akan dilihat anak kalau salah: “Selip: turun, naik. Pasang: Selip, kanan, Selip.”, “Baris bawah penuh. Selip hanya turun satu.”
Cerita sebelum level dimainkan
Dua kartu sudah siap. Rak masih kosong.
Avo: “Cara yang sama harus bisa dipakai di dua tempat.”
Coco: “Berarti kartunya jangan ditulis dua kali.”
Kartu-kartu bersinar, siap dipakai lagi.
Avo: “Kartu tadi masih ada. Kita pakai lagi.”
Coco: “Aku tidak perlu menghafal isinya.”
Cincin biru menandai slot ujung di rak kedua.
Avo: “Kartu yang sama, hasil yang rapi.”
Coco: “Kartu yang baik dipakai di mana saja.”
Penutup menuju level berikutnya: Kartu yang sama bekerja di tempat baru.
Coco: “Sekarang kita periksa hasilnya!”
Level 5: Periksa Hasil Kartu — Hasil yang Bisa Diperkirakan
Kartu cara (prosedur) · Pakai sendiriMemilih ciri yang penting · Pakai sendiriMemecah masalah besar · Pakai sendiri
Buat dan panggil kartu lalu periksa hasilnya.
Masalah yang dihadapi
Rak bawah berbeda dari rak atas.
Bagian 1: buat kartu Selip dan Pasang, lalu panggil.
Anak menyusun kartu perintah (panah, ulangi, cek, atau kartu cara) di slot, lalu menekan Jalan untuk melihat hasilnya.
Konsep yang dimainkan di level ini
- Kartu cara (prosedur): Kumpulan langkah yang diberi nama dan bisa dipakai berkali-kali tanpa menulis ulang. Pancing dengan: “Bagian mana yang sama dan bisa dijadikan satu kartu?”
- Memilih ciri yang penting: Memperhatikan ciri yang penting dan mengabaikan yang tidak perlu. Pancing dengan: “Ciri mana yang benar-benar penting?”
- Memecah masalah besar: Pekerjaan besar dipecah menjadi bagian kecil yang mudah dikerjakan satu per satu. Pancing dengan: “Bagian kecil mana yang paling mudah dimulai?”
Petunjuk untuk tutor: Bagian 1 membuat dua kartu. Bagian 2 memakai kartu yang sama di rak bawah. Berhenti di lingkaran biru.
Umpan balik yang akan dilihat anak kalau salah: “Selip: turun, naik. Pasang: Selip, kanan, Selip.”, “Slot sudut itu penuh. Berhenti sebelum sudut.”
Cerita sebelum level dimainkan
Dua rak harus terisi dengan cara yang sama.
Avo: “Sebelum jalan, kita perkirakan hasilnya dulu.”
Coco: “Biasanya aku langsung jalan. Sekarang aku ikut menghitung.”
Rak bawah tidak sama dengan rak atas.
Avo: “Hasilnya beda? Kita periksa dulu.”
Coco: “Isi kartunya benar. Mungkin urutan panggilnya keliru.”
Setumpuk kartu kosong menunggu di meja kecil.
Avo: “Kartu cara selalu memberi hasil yang sama.”
Coco: “Teman-teman juga bisa memakai kartu kita!”
Penutup menuju game berikutnya: Dua rak terisi dengan cara yang sama. Hasilnya selalu rapi.
Avo: “Kartu ini bisa dipakai untuk kotak besar dan kecil.”
Coco: “Berarti ukurannya bisa berbeda-beda!”