Buku TutorAvo, Coco, dan Buku Biru yang Pulang — panduan 30 game coding

Frame belum dibuat

G11 · Gunung Kecil Bernama Berantakan

Seri 2: Sudut Belajar · Tempat: Ruang 14 (13.00) · Halaman 11 terisi: daftar tugas dengan kotak-kotak kecil.

Misi bab ini

Bereskan sudut belajar yang diacak-acak dengan memecah tugas.

Masalah

Tumpukannya terlalu besar sehingga Avo bingung; jendela terkunci tetapi ruangan seperti sengaja diacak.

Konsep inti untuk anak: Memecah tugas besar

Pekerjaan besar yang membingungkan dipecah menjadi bagian kecil, dikelompokkan, diurutkan, dan dibagi per area, lalu dijadikan daftar tugas.

Istilah: Dekomposisi
Kenapa penting: Cara paling dasar untuk menyelesaikan masalah yang rumit.

Cerita bab ini

Mereka menoleh ke sudut belajar. Buku berserakan, pensil di mana-mana, rak penuh barang lama. Jendelanya terkunci rapat, tapi ruangan itu seperti sengaja diacak-acak!

“Banyak sekali,” kata Avo sambil mundur. “Aku jadi bingung.” “Bagaimana kalau sedikit-sedikit?” kata Coco. Mereka memecah pekerjaan besar menjadi bagian kecil, mengelompokkannya, mengurutkannya, membaginya per area, dan menulis daftar tugas.

Bagian-bagian kecil terasa seperti anak tangga menuju puncak.

Pertanyaan diskusi: Pekerjaan besar apa di rumahmu yang bisa dipecah menjadi bagian kecil?

Lima level

Level 1: Melihat Masalah — Sudut yang Berantakan

Memecah masalah besar · Kenalan

Misi dalam cerita
Mulai memecah pekerjaan besar menjadi daftar.

Masalah yang dihadapi
Tumpukan besar membuat Avo bingung.
Yang dilakukan anak di layar
Isi bagian yang hilang pada daftar.
Anak mengetuk satu kartu jawaban yang paling cocok, lalu kartu terbang ke papan.

Konsep yang dimainkan di level ini

  • Memecah masalah besar: Pekerjaan besar dipecah menjadi bagian kecil yang mudah dikerjakan satu per satu. Pancing dengan: “Bagian kecil mana yang paling mudah dimulai?”

Petunjuk untuk tutor: Lihat tumpukan besar. Ada buku, pensil, label, dan satu bagian lagi.
Umpan balik yang akan dilihat anak kalau salah: “Rak tidak ikut berantakan.”, “Meja bukan benda yang tercecer.”

Cerita sebelum level dimainkan

Frame 1 belum dibuat.
Sudut belajar berantakan, padahal jendelanya terkunci rapat.
Avo: “Banyak sekali. Aku jadi bingung.”
Coco: “Ayo langsung rapikan semuanya!”
Frame 2 belum dibuat.
Tumpukannya besar, rasanya berat.
Avo: “Aku mundur dulu. Terlalu banyak.”
Coco: “Kalau sedikit-sedikit, pasti bisa!”
Frame 3 belum dibuat.
Pekerjaan besar dipecah jadi bagian kecil di papan daftar.
Avo: “Bagian kecil terasa lebih ringan.”
Coco: “Satu bagian belum masuk daftar. Kita cari!”

Penutup menuju level berikutnya: Tugas besar sudah jadi daftar bagian kecil.
Coco: “Sekarang kita kelompokkan!”

Level 2: Kelompok Tugas — Satu Kelompok, Satu Cara

Memecah masalah besar · Latihan

Misi dalam cerita
Kelompokkan tugas ke kelompok yang tepat.

Masalah yang dihadapi
Tugas bercampur dan tidak jelas tempatnya.
Yang dilakukan anak di layar
Pilih kelompok untuk tugas di kartu.
Anak mengetuk satu kartu jawaban yang paling cocok, lalu kartu terbang ke papan.

Konsep yang dimainkan di level ini

  • Memecah masalah besar: Pekerjaan besar dipecah menjadi bagian kecil yang mudah dikerjakan satu per satu. Pancing dengan: “Bagian kecil mana yang paling mudah dimulai?”

Petunjuk untuk tutor: Lihat kartu tugasnya, lalu cari kelompok yang berisi benda sejenis.
Umpan balik yang akan dilihat anak kalau salah: “Itu kelompok buku, bukan pensil.”, “Kotak hanya wadah, bukan pensil.”

Cerita sebelum level dimainkan

Frame 1 belum dibuat.
Empat tumpukan masih berserakan di meja.
Avo: “Yang sejenis kita kumpulkan.”
Coco: “Buku dengan buku, pensil dengan pensil!”
Frame 2 belum dibuat.
Buku bergeser ke ujung meja, kotak ditahan.
Avo: “Pelan-pelan. Tiap kelompok punya tempat sendiri.”
Coco: “Buku dulu, baru benda kecil!”
Frame 3 belum dibuat.
Kartu kuning menunjukkan tugas yang harus dikelompokkan.
Avo: “Lihat tugasnya, lalu cari kelompoknya.”
Coco: “Aku mau coba!”

Penutup menuju level berikutnya: Empat kelompok sudah rapi di meja.
Avo: “Sekarang kita urutkan tugasnya.”

Level 3: Urutan Tugas — Rak Dulu

Urutan langkah · KenalanMemecah masalah besar · Latihan

Misi dalam cerita
Tentukan tugas yang dikerjakan lebih dulu.

Masalah yang dihadapi
Buku tidak muat karena rak masih penuh.
Yang dilakukan anak di layar
Pilih tugas yang dikerjakan pertama.
Anak mengetuk satu kartu jawaban yang paling cocok, lalu kartu terbang ke papan.

Konsep yang dimainkan di level ini

  • Urutan langkah: Mengerjakan langkah satu per satu dengan urutan yang benar. Kalau tertukar, hasilnya bisa salah. Pancing dengan: “Apa yang terjadi kalau langkah ini ditukar?”
  • Memecah masalah besar: Pekerjaan besar dipecah menjadi bagian kecil yang mudah dikerjakan satu per satu. Pancing dengan: “Bagian kecil mana yang paling mudah dimulai?”

Petunjuk untuk tutor: Buku belum muat. Rak harus kosong dulu.
Umpan balik yang akan dilihat anak kalau salah: “Pensil bisa nanti. Rak dulu.”, “Label bisa nanti. Rak dulu.”

Cerita sebelum level dimainkan

Frame 1 belum dibuat.
Rak masih penuh barang lama, buku menunggu di meja.
Avo: “Ada tiga tugas. Mana yang dulu?”
Coco: “Masukkan buku dulu!”
Frame 2 belum dibuat.
Buku didorong ke rak, tapi rak terlihat sesak.
Avo: “Kita lihat dulu isi raknya.”
Coco: “Eh, benar juga. Bagaimana, ya?”
Frame 3 belum dibuat.
Tiga langkah menunggu di papan. Buku masih di meja.
Avo: “Urutan yang benar membuat kerja lancar.”
Coco: “Mana yang dikerjakan pertama?”

Penutup menuju level berikutnya: Urutan sudah ketemu, dan kerja jadi lancar.
Coco: “Sekarang kita bagi area kerjanya!”

Level 4: Bagi Area — Satu Area Setiap Kali

Memecah masalah besar · LatihanUrutan langkah · Latihan

Misi dalam cerita
Bagi pekerjaan per area, lalu pilih tugas pertama.

Masalah yang dihadapi
Ada rak atas, rak bawah, dan meja.
Yang dilakukan anak di layar
Pilih area dulu, lalu tugas pertama di area itu.
Anak memilih 2 kali berurutan; langkah pertama harus benar sebelum langkah berikutnya terbuka.

Konsep yang dimainkan di level ini

  • Memecah masalah besar: Pekerjaan besar dipecah menjadi bagian kecil yang mudah dikerjakan satu per satu. Pancing dengan: “Bagian kecil mana yang paling mudah dimulai?”
  • Urutan langkah: Mengerjakan langkah satu per satu dengan urutan yang benar. Kalau tertukar, hasilnya bisa salah. Pancing dengan: “Apa yang terjadi kalau langkah ini ditukar?”

Petunjuk untuk tutor: Pensil dan label ada di meja. Buku ada di rak.
Umpan balik yang akan dilihat anak kalau salah: “Rak nanti. Pilih area meja.”, “Pilih areanya dulu.”

Cerita sebelum level dimainkan

Frame 1 belum dibuat.
Sudut belajar punya rak atas, rak bawah, dan meja.
Avo: “Satu area dulu, baru area lain.”
Coco: “Aku mau mulai dari yang paling mudah!”
Frame 2 belum dibuat.
Di meja ada pensil dan label. Rak lebih tinggi dan penuh.
Avo: “Rak butuh waktu lebih lama.”
Coco: “Kalau begitu pilih yang paling cepat!”
Frame 3 belum dibuat.
Tiga area menunggu giliran.
Avo: “Pilih area, lalu tugas pertamanya.”
Coco: “Aku siap memilih!”

Penutup menuju level berikutnya: Satu area selesai dan terasa ringan. Rak masih menunggu.
Avo: “Sekarang kita tulis daftar tugasnya.”

Level 5: Checklist Akhir — Daftar Tugas Kita

Memecah masalah besar · Pakai sendiriUrutan langkah · Pakai sendiri

Misi dalam cerita
Tulis daftar tugas lengkap dari yang pertama.

Masalah yang dihadapi
Papan daftar masih kosong.
Yang dilakukan anak di layar
Susun daftar tugas, mulai dari yang pertama.
Anak memilih 4 kali berurutan; langkah pertama harus benar sebelum langkah berikutnya terbuka.

Konsep yang dimainkan di level ini

  • Memecah masalah besar: Pekerjaan besar dipecah menjadi bagian kecil yang mudah dikerjakan satu per satu. Pancing dengan: “Bagian kecil mana yang paling mudah dimulai?”
  • Urutan langkah: Mengerjakan langkah satu per satu dengan urutan yang benar. Kalau tertukar, hasilnya bisa salah. Pancing dengan: “Apa yang terjadi kalau langkah ini ditukar?”

Petunjuk untuk tutor: Mulai dari rak. Benda kecil paling akhir.
Umpan balik yang akan dilihat anak kalau salah: “Rak kosong itu langkah pertama.”, “Buku masuk setelah rak kosong.”

Cerita sebelum level dimainkan

Frame 1 belum dibuat.
Papan daftar tugas masih kosong.
Avo: “Sekarang masalah besar punya langkah.”
Coco: “Mulai dari langkah pertama!”
Frame 2 belum dibuat.
Dua baris daftar sudah terisi, dua lagi masih kosong.
Avo: “Satu per satu, tidak buru-buru.”
Coco: “Aku bawa kotaknya dekat rak!”
Frame 3 belum dibuat.
Empat baris daftar menunggu diisi dengan urutan yang tepat.
Avo: “Tadi aku ragu. Sekarang aku berani!”
Coco: “Dan aku sabar melihat semuanya!”

Penutup menuju game berikutnya: Daftar penuh centang. Tiga kursi kecil menunggu teman.
Avo: “Bagian kecil membuat pekerjaan besar mudah.”
Coco: “Sekarang kita tata buku di rak!”